banner here

Kunja Ke Kejari Banyumas, Kajati Jateng Sadiman Periksa Semua Ruangan Bidang

- 23.06
advertise here
Banyumas - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sadiman, SH, MH melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejari Banyumas Selasa (7/8/18) rombongan tiba pukul 10:00 wib dan di sambut Kajari Banyumas R.Raharjo Yusuf Wibisono, SH, MH.

Sadiman sebelum melakukan arahan dan tupoksi kepada para jajarannya berkesempatan melakukan pengecekan ke ruang masing masing bidang. Yakni ke ruang Kasi Datun, Intelijen, Pidum, Pidsus dan Kasi Barang Bukti.

Secara cermat Kajati memeriksa administrasi pembukuan. Dalam pengecekan tersebut Kajati berpesan untuk secara optimal mencatat agenda yang di laksnakan.

Dalam arahannnya di aula Kejari Banyumas, Ia menyoroti masalah pegawai kejaksaan yang belum sesuai dengan jumlah personil. "Jumlah jaksa dan TU tidak lebuh dari 23 ribu, formasi pegawai baru ada 1000 namun, di alokasikan ke Jaksa, sehingga permintaan pegawai TU dan lain lain di ambil dari formasi yang 1000 itu, dan terseleksi hanya 700 orang. "Jelas Sadiman.

Untuk itu Ia berharap di Kejari Banyumas personil yang ada agar di optimalkan. "Untuk bagian pembinaan ia berharap agar selalu memenuhi hak hak para pegawainya sepanjang memenuhi kewajiban dan persyaratan, harus imbang. "Pesannya.

Kajati juga menyoroti timTP4D agar berhati hati dalam pengawalan dan pendampingan. " Jangan ikut main proyek, apalagi bawa rekanan dan jangan masuk ke dalam hal yang bersifat teknis. "Katanya.

"Di desa itu ibarat jarum jatuh pun orang mengetahui, maka jaga nama baik institusi, termasuk jajaran yang menjadi timTP4D . "Ujarnya.

"TP4 ada pengawalan oleh intel, pendampingan oleh datun, jangan masuk ke teknis. Bila proyek tidak jalan harus di tegur. "Tambahnya.

Kajati Jateng mencontohkan  Pasar Induk Wonosobo yang menelan anggaran 120 miliar. "SPK sejak januari 2018, namun hingga kini belum di kerjakan karena rekanannya ecek ecek alias tidak modal. " Katanya mencontohkan.

Kemudian bidang Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan tidak luput dari pesan Kajati. "Kasi barang bukti sementara register dari intel Pidsus dan Pidum,  sambil menunggu juknis tentang struktur kasi BB, karen Di tingkat pun belum ada asi BB. "Pungkasnya.(*)
Advertisement advertise here
 
banner here