Jaksa Masuk SMP 1 N Sokaraja, Sampaikan Pesan Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying

Jaksa Masuk SMP 1 N Sokaraja, Sampaikan Pesan Bahaya Narkoba dan Cyber Bullying

News Publisher | Cokie Sutrisno
Senin, 27 Januari 2020

Foto:dokknms/intelijen
BANYUMAS - Jaksa masuk sekolah (JMS) Kejari Banyumas kembali hadir ditengah tengah para siswa. Kali yang beruntung dikunjungi para Jaksa yang selalu menjadi sahabat sekokah adalah SMP Negeri 1 Sokaraja, Senin(27/1/2020).

Para siswa yang didampingi para guru dan pegawai sekolah tersebut antusias mendapatkan mataeri penyuluhan hukum langsung  dari Kepala seksi Intelijen (Kasi Intel)  Nizar Febriansyah, SH,MH dan Jaksa Fungsional Putra Alfiano,SH mulai pukul 07:00 WIB.

Sebelumnya secara bersama dilakukan upacara bendera dan Kasi Intel bertindak sebagai Inspektur upacara.

Pada sesi penyuluhan hukum oleh Jaksa Putra mengangkat persoalan bahaya narkoba dan cyber bullying.
Menurutnya di era digital ini Menggunakan teknologi dan platform media sosial untuk tujuan jahat inilah yang didefinisikan sebagai 'cyberbullying'.

"Bentuk bullying online memungkinkan  ejekan dan godaan bisa jadi lebih ekstrem daripada tindakan yang terjadi secara langsung."Katanya.

Sesi berikutnya diisi dengan tanya jawab interaktif antara siswa dan para jaksa.Salah seorang siswa sempat pula menanyakan bahaya narkoba pada usia sekolah. Menurut Kasintel terkait bahaya narkoba menjadi suatu kejahatan yang sudah masuk ke dalam lingkup sekolah merusak masa depan dan sumber kejahatan yg lainnya.

"Jadi adik adik harus waspada terhadap  narkoba, karena jika sudah masuk lingkungan sekolah, bisa menjadi sumber perilaku tidak baik selanjutnya,"katanya.

Ditambahkan soal cyber bulliying pihak kejaksaan berupaya melakukan pencegahan sedini mungkin melalui pihak pengelola sekolah dalam hubungan sesama teman khususnya dalam penggunaan media sosial yang tidak pada tempatnya, seperti penghinaan dan sebagainya.

Siswa siswi juga menanyakan upaya pelaporan terkait kejahatan baik narkotika maupun cyber bulliying ketika mereka menemukan di pergaulan sehari hari, selain itu juga ada pertanyaan terkait pemidanaan korupsi.

"Segera laporkan ke pihak terdekat yakni orang tua dan sekolah untuk kemudian bisa diteruskan kepada aparat penegak hukum,"Katanya.
(*)