Siaran Perdana 2020 Jaksa Menyapa Bahas Seputar Dana Desa

Siaran Perdana 2020 Jaksa Menyapa Bahas Seputar Dana Desa

News Publisher | Cokie Sutrisno
Kamis, 05 Maret 2020

Foto :dokpri
PURWOKERTO - Potensi penyalahgunaan dana desa (DD) merupakan lahan empuk bagi para oknum pemerintahan desa yang perlu di awasi secara berkesinambungan. Karena begitu banyaknya anggaran yang mengalir di Desa bila tidak terkelola dengan benar akan memunculka  persoalan korupsi. Hal itulah yang dibahas oleh Kepala Kejari Banyumas yang di dampingi para Kepala Seksi (Kasi) dalam dialog perdana yang disiarkan oleh RRI, Kamis(5/3/2020).

foto : dokpri
Dalam dialog Jaksa menyapa yang merupakan siaran perdana di tahun 2020, Kajari Banyumas Eko Bambang Marsudi, SH, MH mengingatkan untuk berhati hati dalam pemanfaatannya. Karena Kejaksaan membuka kran pengaduan dari masyarakat yang nantinya akan di tindaklanjuti selama laporan dapat dipertanggungjawabkan.

" Kejaksaan punya pera  dalam hal pengawasan yang dasarnya adalah aduan masyarakat namun bisa dipertanggungjawabkan,"katanya.

Dikucurkannya dana desa sejumlah 1 Miliyar – 1,4 Miliyar memberikan angin segar bagi desa untuk lebih maksimal dalam mengelola potensi desa dan mengembangkannya menjadi desa yang mandiri, berdaya guna dan berdaya saing tinggi. Ekonomi desa menjadi harapan pemerintah untuk menjadi hilir dari pembangunan ekonomi pusat.

Namun demikian, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pemerintah desa melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi dalam pengelolaan sumber daya
alam desa? Baik dalam pengambilan kebijakan, pengalokasian anggaran, maupun dalam pelaksanaan kebijakan. Sehingga ketakutan sebagian kalangan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Desa, terutama dalam pengelolaan sumber daya desa dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari tindak pidana korupsi.

"pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa adalah berusaha untuk mengenali berbagai macam modus tindak pidana korupsi yang ada didesa dengan cara meningkatkan capasity building para perangkat desa serta penguatan kapasitas pendamping desa."Kata Kajari.(*)